Kriminal

Adik Menganiaya Abang Kandung di Kampar Pakai Parang, Sakit Hati Jual Tanah Tanpa Izin

0
×

Adik Menganiaya Abang Kandung di Kampar Pakai Parang, Sakit Hati Jual Tanah Tanpa Izin

Sebarkan artikel ini
Adik Menganiaya Abang Kandung di Kampar Pakai Parang

Kampar, Riau – Seorang pria di Kampar berinisial AN (37) tega menganiaya abang kandungnya ZO (43) dengan menggunakan parang pada Jumat (3/5/2024) sekitar pukul 19.20 WIB. Peristiwa ini terjadi di rumah orang tua mereka di Desa Kota Garo, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar.

Menurut Kapolres Kampar AKBP Ronald Sumaja melalui Kapolsek Tapung Hilir AkP Jupredi, motif penganiayaan ini dilatarbelakangi rasa sakit hati pelaku karena tidak diberitahu soal penjualan tanah orang tua mereka oleh abangnya.

Awalnya, ZO sedang berada di rumah orang tua mereka ketika AN datang membawa parang dan langsung mengayunkannya ke arah leher ZO sambil berkata “KU BUNUH KAU”. Akibatnya, ZO mengalami luka di leher dan roboh.

Baca Juga :   Predator Anak di Tanimbar Ditahan, Hamili Anak Perempuan di Bawah Umur!

“Pelaku tidak berhenti di situ, dia terus membacok korban hingga mengenai paha kanan, betis kiri, dan tangan kanan korban yang berusaha menangkis sabetan parang,” jelas AKP Jupredi.

Merasa dirugikan, ZO kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tapung Hilir. Di hari yang sama sekitar pukul 20.30 WIB, AN berhasil ditangkap.

Hasil interogasi dan keterangan AN, dia mengakui telah melakukan penganiayaan terhadap abangnya dengan menggunakan parang miliknya.

“Saat ini, pelaku dan barang bukti sudah diamankan di Mapolsek untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar AKP Jupredi.

Kasus ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu menjaga komunikasi dan menyelesaikan masalah keluarga dengan cara yang baik. Kekerasan bukanlah solusi dan hanya akan membawa dampak buruk bagi semua pihak.

Baca Juga :   Tiga Remaja Palembang Ditangkap Polisi Jual Judi Online di Instagram

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *