Kesehatan

Waspada Demam Berdarah! Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

×

Waspada Demam Berdarah! Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya

Sebarkan artikel ini
Waspada Demam Berdarah! Kenali Gejala dan Cara Pencegahannya
Surabaya, Meningkatnya kasus demam berdarah (DBD) akhir-akhir ini menjadi kekhawatiran masyarakat, terutama orang tua dengan anak kecil. Penyakit ini dapat menjadi momok apabila tidak teratasi dengan cepat dan tepat.

Melansir dari info publik, Pakar Spesialis Anak Universitas Airlangga (Unair) dr Dwiyanti Puspitasari DTM&H MCTM SpA(K) menjelaskan, DBD merupakan penyakit yang disebabkan virus dan ditularkan melalui nyamuk Aedes aegypti. Gejalanya diawali dengan demam tinggi yang drastis selama 3-5 hari.

“Pada hari ke-6, umumnya pasien mengalami penurunan suhu tubuh. Tapi, bukan berarti pasien sembuh,” ungkap dr Dwiyanti, Senin (6/5/2024).

Penurunan demam ini merupakan fase krusial dan kritis. Pasien, terutama dengan kasus berat, harus mendapat perhatian khusus. Biasanya, pada fase ini pasien akan mengalami rasa dingin, pendarahan, dan bahkan kematian.

Baca Juga :  Tips Ampuh dan Alami Atasi Ketombe Basah Membandel

Namun, pasien DBD ringan akan berangsur membaik dalam 3-7 hari dan memasuki fase penyembuhan. “Memahami fase-fase ini penting untuk mengatasi hal tak diinginkan selama DBD,” tegas dr Dwiyanti.

Tanda-tanda DBD pada Anak

Dr Dwiyanti menekankan pentingnya mengenali tanda utama DBD pada anak, yaitu demam tinggi yang tak kunjung turun. Jika demam tinggi tak reda setelah minum obat penurun panas, waspadalah.

Gejala lain DBD pada anak meliputi:

  • Lemas
  • Penurunan nafsu makan
  • Mual
  • Nyeri seluruh tubuh
  • Radang tenggorokan

“Orang tua harus waspada jika anak menunjukkan gejala tersebut selama 3 hari. Jika tidak membaik, segera periksakan ke dokter,” pesan dr Dwiyanti.

Pencegahan DBD

Dr Dwiyanti juga memberikan tips pencegahan demam berdarah, yaitu 3M (Menguras, Mengubur, Menutup). Langkah ini dapat mencegah pertumbuhan jentik-jentik nyamuk.

Baca Juga :  Kekurangan Dokter di Aceh Barat Capai 16 Orang, Layanan Kesehatan Terhambat

“Genangan air di sekitar rumah, seperti bekas botol minuman, air dispenser, dan pakaian gantung, sering luput dari perhatian masyarakat,” tambahnya.

Fogging dinilai kurang efektif karena hanya membunuh nyamuk dewasa, bukan jentik-jentik. Dr Dwiyanti menginformasikan penelitian nyamuk wolbachia yang terbukti ampuh menurunkan kasus DBD di Yogyakarta.

“Nyamuk wolbachia terinfeksi bakteri wolbachia yang diturunkan ke keturunannya, sehingga penyebaran virus terhambat. Yogyakarta berhasil menurunkan kasus DBD dengan program wolbachia,” jelas dr Dwiyanti.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *