DaerahEkonomi

APTRI Blora Siap Perjuangkan Nasib Petani Tebu Blora

×

APTRI Blora Siap Perjuangkan Nasib Petani Tebu Blora

Sebarkan artikel ini
APTRI Blora Siap Perjuangkan Nasib Petani Tebu Blora

Bangkit Kembali, APTRI Blora Siap Perjuangkan Nasib Petani Tebu

Blora, 1 Mei 2024 – Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Blora kembali bangkit setelah vakum selama lima tahun. Dengan semangat baru, APTRI Blora siap memperjuangkan nasib para petani tebu di wilayah Blora.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) APTRI Jawa Tengah, Suharjo, memberikan apresiasi atas tekad dan semangat baru pengurus APTRI Blora. “Saat ini momentum yang tepat untuk melakukan gerakan yang memperjuangkan kesejahteraan petani tebu,” ujar Suharjo, Sabtu (27/4/2024).

Suharjo menegaskan bahwa pemerintah fokus untuk meningkatkan kesejahteraan petani tebu berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2023 tentang percepatan swasembada gula nasional dan penyediaan bioetanol sebagai bahan bakar nabati (Biofuel).

Baca Juga :   Kabupaten Bandung Berusia 383 Tahun, Pj Gubernur Jabar Tekankan Pentingnya Kualitas SDM untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Ia pun menyampaikan langkah pragmatis yang harus dilakukan, yaitu membangun komunikasi yang ramah lingkungan dengan pimpinan daerah, OPD, dan instansi terkait. “Silahkan hubungi DPD APTRI Provinsi Jateng bila ada permasalahan di APTRI Kabupaten yang membutuhkan bantuan dari DPD APTRI Provinsi,” tuturnya.

Suharjo juga menyatakan kesiapannya untuk hadir dan menghadirkan para pengurus DPP APTRI Pusat pada saat pelantikan pengurus APTRI Kabupaten ini yang direncanakan pada pertengahan Mei 2024.

Sementara itu, Ketua APTRI Blora, Sunoto, mengungkapkan realita pahit yang dihadapi para petani tebu, yaitu nasib yang masih terpuruk dan vakumnya kepengurusan APTRI selama lima tahun. Ia berharap dengan bimbingan dan arahan dari pengurus APTRI Jateng, dapat menjadi organisasi yang mandiri, tangguh, profesional, dan memiliki nilai tawar dalam memperjuangkan kesejahteraan para petani tebu di Kabupaten ini.

Baca Juga :   Perempuan Minang Mendominasi Pekerja Migran dan Perubahan Paradigma dalam Budaya Minang

Salah satu kendala utama yang dihadapi petani tebu Blora adalah kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi untuk tanaman tebu. Hal ini perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah mengingat pupuk merupakan faktor penentu dalam meningkatkan produktivitas tebu.

Joko Santosa, mewakili petani tebu Blora, berharap dengan bangkitnya kembali APTRI Blora, nasib para petani tebu dapat terangkat dan mereka mendapatkan perhatian dan bantuan yang layak dari pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *