Penjelajahan Antariksa

Astronaut Bersiap untuk Spacewalk, Berkebun di Luar Angkasa, dan Mengamati Cahaya Malam Bumi di Stasiun Luar Angkasa

×

Astronaut Bersiap untuk Spacewalk, Berkebun di Luar Angkasa, dan Mengamati Cahaya Malam Bumi di Stasiun Luar Angkasa

Sebarkan artikel ini
Astronaut Bersiap untuk Spacewalk, Berkebun di Luar Angkasa
Astronaut Bersiap untuk Spacewalk, Berkebun di Luar Angkasa

Siarnews.com – Para astronaut di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) sedang bersiap untuk melakukan spacewalk, berkebun di luar angkasa, dan mengamati cahaya malam Bumi.

Pada tanggal 25 Oktober 2023, dua astronaut NASA, Frank Rubio dan Josh Cassada, akan melakukan spacewalk untuk mengganti panel surya yang rusak dan melakukan pemeliharaan rutin lainnya di ISS.

Spacewalk ini akan menjadi yang ke-251 untuk ISS dan yang ke-10 untuk Rubio dan Cassada.

Selain spacewalk, para astronaut juga akan melakukan eksperimen berkebun di luar angkasa. Eksperimen ini bertujuan untuk mempelajari bagaimana tanaman dapat tumbuh di lingkungan mikrogravitasi dan bagaimana hasil panennya dapat digunakan untuk mendukung misi luar angkasa jangka panjang di masa depan.

Para astronaut juga akan menggunakan teleskop ultraviolet untuk mengamati cahaya malam Bumi.

Cahaya malam Bumi adalah cahaya yang dipancarkan oleh atmosfer Bumi pada malam hari. Cahaya ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk reaksi kimia antara molekul udara dan sinar matahari.

Dengan mengamati cahaya malam Bumi, para ilmuwan dapat mempelajari lebih lanjut tentang atmosfer Bumi dan bagaimana perubahan iklim mempengaruhi atmosfer.

Spacewalk

Spacewalk adalah aktivitas di luar kendaraan antariksa yang dilakukan oleh astronaut untuk melakukan berbagai tugas, seperti memperbaiki satelit, melakukan eksperimen ilmiah, atau membangun stasiun luar angkasa.

Spacewalk sangat berbahaya dan membutuhkan pelatihan yang ekstensif. Selama spacewalk, para astronaut akan mengenakan pakaian antariksa yang melindungi mereka dari lingkungan luar angkasa yang keras. Pakaian antariksa ini menyediakan oksigen, air, dan perlindungan dari radiasi dan suhu ekstrem.

Berkebun di Luar Angkasa

Berkebun di luar angkasa adalah tantangan yang unik karena lingkungan mikrogravitasi dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Namun, para ilmuwan telah mengembangkan berbagai teknik untuk menanam tanaman di luar angkasa.

Para astronaut di ISS akan menggunakan teknik hidroponik untuk menanam tanaman. Hidroponik adalah metode penanaman tanaman tanpa menggunakan tanah. Akar tanaman direndam dalam larutan nutrisi yang menyediakan semua kebutuhan nutrisi tanaman.

Para astronaut akan menanam berbagai jenis tanaman, termasuk selada, tomat, dan paprika. Hasil panen tanaman ini akan digunakan untuk melengkapi makanan para astronaut di ISS.

Mengamati Cahaya Malam Bumi

Cahaya malam Bumi adalah cahaya yang dipancarkan oleh atmosfer Bumi pada malam hari. Cahaya ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk reaksi kimia antara molekul udara dan sinar matahari. Para astronaut di ISS akan menggunakan teleskop ultraviolet untuk mengamati cahaya malam Bumi.

Teleskop ultraviolet dapat melihat cahaya yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia. Dengan mengamati cahaya malam Bumi, para ilmuwan dapat mempelajari lebih lanjut tentang atmosfer Bumi dan bagaimana perubahan iklim mempengaruhi atmosfer.

Misalnya, para ilmuwan dapat menggunakan pengamatan cahaya malam Bumi untuk mempelajari bagaimana perubahan iklim mempengaruhi distribusi ozon di atmosfer.

Pengamatan cahaya malam Bumi juga dapat digunakan untuk mempelajari fenomena cuaca, seperti badai dan letusan gunung berapi.

Ketiga aktivitas ini merupakan bagian penting dari penelitian ilmiah yang dilakukan di ISS. Penelitian ini membantu para ilmuwan untuk lebih memahami alam semesta dan mengembangkan teknologi baru untuk mendukung misi luar angkasa di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *