Berita

Gunung Slamet Meningkatkan Status menjadi Waspada, Warga Diminta Waspada di Radius 2 Kilometer

Gunung Slamet
Gunung Slamet

Siarnews.com – Aktivitas vulkanik Gunung Slamet di Jawa Tengah meningkat. Status gunung api aktif ini pun dinaikkan dari Level I (Normal) menjadi Level II (Waspada) sejak 19 Oktober 2023. Hal ini menandakan adanya potensi letusan yang dapat membahayakan masyarakat di sekitarnya.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Slamet, Muhammad Rusdi, mengatakan bahwa peningkatan aktivitas gunung api ini ditandai dengan meningkatnya jumlah gempa-gempa vulkanik.

Gempa-gempa vulkanik ini berupa gempa tremor menerus dengan amplitudo 0,5-1,5 mm dan frekuensi 0,5-1 Hz.

“Jumlah gempa tremor menerus pada bulan Oktober ini mencapai 1.000 kali lebih banyak dibandingkan bulan September,” kata Muhammad Rusdi.

Selain itu, Gunung Slamet juga mengeluarkan asap putih tipis setinggi 50-100 meter. Asap putih tipis ini berasal dari letusan freatik, yaitu letusan yang terjadi akibat adanya interaksi antara air tanah dan magma.

Letusan freatik dapat menyebabkan hujan abu yang dapat mengganggu kesehatan dan lingkungan.

Meskipun belum ada hujan abu, warga di sekitar Gunung Slamet tetap diminta untuk waspada. Masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah Gunung Slamet.

Radius ini merupakan zona merah yang berisiko terkena dampak letusan seperti awan panas, lontaran batu, atau aliran lava.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah Gunung Slamet,” kata Muhammad Rusdi.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) akan terus memantau aktivitas Gunung Slamet.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, status gunung api ini akan segera dinaikkan.

Masyarakat diharapkan untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang.

Exit mobile version