Teknologi

Starlink: Internet Cepat, Tapi Kurang Ideal untuk Gamer?

×

Starlink: Internet Cepat, Tapi Kurang Ideal untuk Gamer?

Sebarkan artikel ini
Starlink Internet Cepat, Tapi Kurang Ideal untuk Gamer
Image by rawpixel.com on Freepik

Siarnews.com – Layanan internet satelit Starlink milik Elon Musk resmi hadir di Indonesia. Kedatangannya disambut antusias oleh masyarakat, terutama di wilayah yang masih belum terjangkau jaringan internet kabel.

Starlink menawarkan kecepatan internet yang cukup tinggi, mencapai 220 Mbps untuk download dan 20 Mbps untuk upload. Performa ini jauh lebih unggul dibandingkan internet satelit konvensional yang umumnya hanya memiliki kecepatan puluhan Mbps.

Kecepatan tinggi Starlink memungkinkan pengguna untuk melakukan berbagai aktivitas online dengan lancar, seperti streaming film dan video, bermain game online, mengunduh file besar, dan lainnya.

Namun, bagi para gamer, Starlink mungkin bukan pilihan yang ideal. Alasannya adalah latensi yang tergolong tinggi, yaitu minimal 25 milidetik (ms) dan bisa mencapai 100 ms di beberapa daerah.

Baca Juga :  Cara Menyalin Link LinkedIn untuk Berbagai Kebutuhan

Latensi adalah waktu yang dibutuhkan sinyal untuk berpindah dari perangkat pengguna ke server dan kembali lagi. Latensi yang tinggi dapat menyebabkan lag, yaitu penundaan waktu antara aksi yang dilakukan pengguna dan respons yang ditampilkan di layar.

Dampak Lag pada Gamer

Lag yang signifikan dapat sangat mengganggu pengalaman bermain game, terutama untuk game yang membutuhkan reaksi cepat seperti game FPS (First-Person Shooter) dan game MOBA (Multiplayer Online Battle Arena).

Pada game FPS, lag dapat menyebabkan aiming yang tidak akurat dan kematian yang tidak terduga. Di game MOBA, lag dapat membuat pemain sulit berkoordinasi dengan tim dan tertinggal dari lawan.

Alternatif Internet untuk Gamer

Bagi para gamer yang menginginkan pengalaman bermain yang mulus tanpa lag, jaringan internet kabel seperti fiber optik masih menjadi pilihan terbaik. Jaringan fiber optik memiliki latensi yang jauh lebih rendah, yaitu sekitar 10 ms.

Baca Juga :  Cara Mengatasi dan Mencegah Spam di WhatsApp

Namun, perlu diingat bahwa ketersediaan jaringan fiber optik di Indonesia masih belum merata. Di daerah yang belum terjangkau fiber optik, gamer mungkin harus memanfaatkan internet seluler sebagai alternatif.

Meskipun latensi internet seluler umumnya lebih tinggi daripada fiber optik, beberapa operator seluler saat ini telah menawarkan paket internet dengan latensi yang cukup rendah untuk bermain game online.

Starlink menawarkan internet berkecepatan tinggi yang dapat menunjang berbagai aktivitas online. Namun, bagi para gamer, latensi yang tinggi menjadi pertimbangan utama.

Jika menginginkan pengalaman bermain game yang mulus tanpa lag, jaringan internet kabel seperti fiber optik masih menjadi pilihan terbaik. Di daerah yang belum terjangkau fiber optik, internet seluler dengan latensi rendah bisa menjadi alternatif.

Baca Juga :  WhatsApp Error? Jangan Panik! Simak 7 Cara Jitu Mengatasinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *