BeritaSosial

Solidaritas Palestina Tanpa Boikot: Aksi Mahasiswa UI dan Suara Konsumen

×

Solidaritas Palestina Tanpa Boikot: Aksi Mahasiswa UI dan Suara Konsumen

Sebarkan artikel ini
Solidaritas Palestina Tanpa Boikot
Siarnews.com – Jakarta, Aksi solidaritas bela Palestina yang digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM-UI) menuai berbagai respon. Di tengah seruan boikot produk-produk Israel, BEM-UI menegaskan bahwa aksinya tidak menyerukan boikot terhadap produk-produk tersebut.

Fokus pada Solidaritas Kemanusiaan

Ketua BEM-UI, Verrel Uziel, menjelaskan bahwa aksi tersebut lebih berfokus pada mahasiswa UI terhadap masyarakat Palestina dan mahasiswa di Amerika Serikat yang mengalami represi karena menyuarakan dukungan untuk Palestina.

“Jadi, tidak ada seruan boikot sama sekali dalam aksi tersebut. Saya tidak mendengar ada seruan boikot. Bagi BEM UI sendiri, jelas aksi ini adalah bentuk solidaritas bagi saudara kita di Palestina dan mahasiswa di AS yang direpresif karena menyuarakan hal yang sama tentang Palestina,” ujar Verrel dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga :  Karantina Gaharu di Papua Selatan: Langkah Penting dalam Menjaga Keamanan Tumbuhan

Verrel menekankan bahwa aksi ini dilandaskan pada semangat kemerdekaan yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945. “Kenapa kami menyuarakan hal ini, karena sejalan dengan semangat bangsa Indonesia bahwa kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa,” kata Verrel.

Dukungan Berkelanjutan untuk Palestina

Verrel menegaskan bahwa suara untuk Palestina harus terus digaungkan sampai Israel menghentikan agresinya. “Karena, jika kita mendiamkan diri atau diam terhadap perilaku perbuatan kejahatan yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina, itu sama saja kita juga ikut andil dalam kejahatan yang dilakukan oleh Zionis Israel. Maka dari itu, kami memilih bersuara untuk menyuarakan kebenaran dalam mendukung saudara-saudara kita yang ada di Palestina,” pungkasnya.

Konsumen Tolak Boikot, Pilih Solidaritas Cerdas

Di sisi lain, seruan boikot terhadap produk-produk tertentu, seperti air minum dalam kemasan (AMDK), mendapat penolakan dari konsumen. Banyak yang melihat hal ini sebagai framing dan kampanye negatif terhadap merek-merek minuman yang lahir dan besar di Indonesia.

Baca Juga :  Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo Menegaskan Komitmen Perlindungan Hak Buruh di May Day Jakarta

Misbakhudin, seorang konsumen Aqua, tetap menggunakan produk tersebut karena alasan kesehatan dan sudah menjadi kebutuhan hidup sehari-hari. “Saya susah beralih ke jenis yang lain karena memang sejak kecil sudah minum Aqua,” ujarnya.

Ia tidak mengetahui informasi terkait afiliasi Aqua dengan Israel dan lebih fokus pada kesehatan air minum yang dikonsumsinya. Menurutnya, mendukung Palestina dapat dilakukan dengan cara lain, seperti berdoa bersama atau memberi bantuan kemanusiaan, tanpa harus membahayakan pekerja Indonesia di perusahaan-perusahaan yang dikaitkan dengan Israel.

“Kalau kita ikut-ikutan dengan memboikot produk-produk itu, sama saja kan kalau kita malah membuat penderitaan baru juga bagi saudara-saudara kita sendiri. Para pekerja akan kehilangan pekerjaan yang mungkin mereka-mereka itu menjadi tulang punggung di keluarganya,” tuturnya.

Baca Juga :  Kabupaten Bandung Berusia 383 Tahun, Pj Gubernur Jabar Tekankan Pentingnya Kualitas SDM untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Misbakhudin menduga seruan boikot ini dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk menjatuhkan Aqua demi kepentingan bisnis. “Dan saya rasa, banyak juga masyarakat yang seperti saya ini, khususnya yang menengah ke bawah, yang tidak mengetahui apakah produk-produk itu benar-benar terafiliasi atau tidak dengan Israel. Mungkin sebagian besar hanya banyak ikut-ikutan saja, dan ada pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja untuk menjatuhkan Aqua untuk kepentingan bisnis. Yang jelas, bagi saya sendiri, yang penting air itu sehat,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *