Sains

Misi Ambisius China: Chang’e-6 Meluncur Menuju Sisi Jauh Bulan

×

Misi Ambisius China: Chang’e-6 Meluncur Menuju Sisi Jauh Bulan

Sebarkan artikel ini
Misi Ambisius China: Chang'e-6 Meluncur Menuju Sisi Jauh Bulan
Ilustrasi, Image by wirestock on Freepik

Misi Ambisius China: Chang’e-6 Meluncur Menuju Sisi Jauh Bulan

Siarnews.com, China meluncurkan misi luar angkasa ambisius Chang’e-6 pada hari Jumat (3/5), menandai langkah besar dalam upaya mereka untuk menjelajahi sisi jauh Bulan. Pesawat luar angkasa robotik ini, yang diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Wenchang di pesisir tenggara China, membawa misi penting untuk mengumpulkan sampel material Bulan dan membawanya kembali ke Bumi untuk penelitian.

Chang’e-6 merupakan kelanjutan dari misi Chang’e-5 yang sukses pada tahun 2020, yang berhasil mengumpulkan 1.731 gram material Bulan dari Oceanus Procellarum di sisi dekat Bulan. Misi terbaru ini, however, akan jauh lebih menantang, karena sisi jauh Bulan tidak pernah terlihat dari Bumi.

Baca Juga :  Planet Paling Tidak Ramah Bagi Kehidupan

Untuk mengatasi tantangan komunikasi ini, China telah membangun satelit relay yang disebut Queqiao-2 (“Magpie Bridge-2”) yang akan berfungsi sebagai penghubung antara Chang’e-6 dan Bumi. Misi ini juga membawa muatan internasional, dengan Prancis berkontribusi instrumen Detection of Outgassing RadoN (DORN) untuk mendeteksi gas radon dari kerak Bulan, dan Swedia, dengan dukungan ESA, berkontribusi muatan Negative Ions at the Lunar Surface (NILS).

Chang’e-6 diharapkan mendarat di sisi jauh Bulan pada bulan Juni 2024 dan menghabiskan sekitar dua hari untuk mengumpulkan sampel. Sampel-sampel ini kemudian akan dibawa kembali ke Bumi dengan kapsul khusus yang akan mendarat di China pada bulan November 2024.

Misi Chang’e-6 ini merupakan tonggak penting dalam eksplorasi Bulan dan akan memberikan wawasan baru tentang sejarah dan komposisi Bulan. Data yang dikumpulkan oleh Chang’e-6 dapat membantu para ilmuwan untuk lebih memahami pembentukan Bulan, evolusi, dan potensinya untuk menampung sumber daya alam.

Baca Juga :  Curiosity Temukan Masa Lalu Bumi di Mars, Tapi Bagaimana Oksigen Bisa Ada Di Sana?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *