DaerahPertanian

Meningkatkan Kualitas Hasil Panen: Sleman Gelar Bimtek Pascapanen Tanaman Pangan

×

Meningkatkan Kualitas Hasil Panen: Sleman Gelar Bimtek Pascapanen Tanaman Pangan

Sebarkan artikel ini
Meningkatkan Kualitas Hasil Panen, Sleman Gelar Bimtek
Sleman, 30 April 2024 – Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hasil panen petani di wilayahnya. Melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pascapanen Tanaman Pangan yang diadakan pada 29-30 April 2024, 25 peserta dari lima Kalurahan di Seyegan mendapatkan pelatihan dan pengetahuan penting terkait penanganan hasil panen yang optimal.

Bimtek yang dibuka oleh Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Seyegan, Rini Nurhidayati, ini menekankan pentingnya penanganan pascapanen yang tepat untuk meminimalisir kehilangan hasil panen. “Penanganan pascapanen yang baik sangat menentukan kualitas dan nilai jual hasil panen,” jelas Rini.

Salah satu fokus utama Bimtek ini adalah penerapan budidaya padi sehat. Suroso, Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) Dinas Pertanian Kabupaten Sleman, menyampaikan bahwa penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat merusak kesuburan tanah dan berakibat pada produk pertanian yang tidak sehat.

Baca Juga :  Western Sydney University Segera Buka Kampus di Surabaya, Gandeng Universitas Brawijaya

Sebagai solusi, Suroso mendorong petani untuk beralih ke penggunaan pupuk organik cair (POC) yang lebih ramah lingkungan dan membantu memulihkan kesehatan tanah. “POC dapat membantu menumbuhkan mikrobia tanah dan mengikat unsur hara, sehingga tanah menjadi lebih subur dan menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat,” papar Suroso.

Selain budidaya padi sehat, Bimtek ini juga membahas tentang pengelolaan dan kemitraan usaha tani. R Bagus dari Gapoktan Sidomulyo Godean memaparkan pentingnya kerjasama antar petani, baik dalam hal penjualan hasil panen maupun pengelolaan budidaya.

“Selama ini, petani masih terkendala dengan harga pasaran pascapanen yang fluktuatif,” ujar Bagus. Untuk mengatasi hal ini, Bagus memfasilitasi kemitraan dengan pembeli padi jenis organik dan menawarkan bantuan dalam pengelolaan budidaya menggunakan drone.

Baca Juga :  Bali Tuan Rumah World Water Forum 2024 dengan Sistem Pengelolaan Air Tradisional

Di sesi terakhir, Theresia Larasati dari BP4 Seyegan menyampaikan materi tentang pengendalian hama pascapanen padi/gudang. Theresia menekankan pentingnya pengetahuan jenis-jenis hama dan penyakit yang dapat menyerang padi pascapanen, seperti kutu beras, ngengat biji, tikus, jamur, dan bakteri.

Menyelaraskan dengan semangat menuju pertanian organik, Theresia mendorong petani untuk menggunakan pestisida hayati dalam pengendalian hama dan penyakit pascapanen.

Bimtek Pascapanen Tanaman Pangan ini merupakan langkah nyata Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman dalam mendukung petani meningkatkan kualitas hasil panen dan mendorong pertanian yang lebih berkelanjutan. Dengan penerapan pengetahuan dan praktik yang diperoleh dalam Bimtek ini, diharapkan petani di Sleman dapat mencapai hasil panen yang maksimal dan nilai jual yang lebih tinggi.

Baca Juga :  Pelantikan 50 Pejabat Lamongan untuk Membawa Perubahan dan Kemajuan Baru

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *