DaerahPertanian

Pontianak Luncurkan Program CABI untuk Cegah Demam Babi Afrika

×

Pontianak Luncurkan Program CABI untuk Cegah Demam Babi Afrika

Sebarkan artikel ini
Pontianak Luncurkan Program CABI untuk Cegah Demam Babi Afrika
Pontianak, Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) bersama Kementerian Pertanian (Kementan) dan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) meluncurkan program Community ASF Biosecurity Intervention (CABI) guna mencegah penyebaran Demam Babi Afrika (ASF) yang menyerang ternak babi di wilayah tersebut, Selasa (30/4/2024).

Program CABI ini ditargetkan bagi peternak babi skala mikro-kecil di Pontianak dan diyakini sebagai solusi tepat untuk mengatasi dan memitigasi risiko ASF, sekaligus menjaga kesehatan babi dan meminimalisir kerugian finansial bagi peternak.

“Tingginya risiko penyakit ASF di Kalbar, menyebabkan muncul kasus ASF berulang, yakni di tahun 2021 dan 2023 lalu, yang berdampak pada kerugian ekonomi yang cukup signifikan bagi peternak babi skala mikro-kecil,” ungkap Oemi Praptanto, Perwakilan FAO Indonesia.

Baca Juga :  1.543 CJH Bojonegoro Berangkat ke Tanah Suci, Siap Melangkah Menuju Baitullah!

Program CABI, yang terbukti sukses di negara-negara Asia Pasifik, dirancang secara praktis dan mudah diterima masyarakat, sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan peternak.

Pj Wali Kota Pontianak, Ani Sofian, menyambut baik program ini dan berharap Kalbar dapat menjadi pengekspor babi, bukan importir, sehingga meningkatkan pendapatan peternak babi.

“Dengan adanya program ini, harapannya Kalbar bisa menjadi pengekspor babi, bukan sebagai importir sehingga pendapatan peternak babi semakin meningkat,” tuturnya.

Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan Pontianak, Bintoro, menambahkan bahwa program CABI ini diharapkan dapat melindungi ternak babi dari ASF dan meningkatkan perekonomian rakyat di sektor peternakan babi.

“Dengan adanya kerja sama Pemkot Pontianak dengan FAO Perwakilan Jakarta, masyarakat khususnya peternak babi, terlindungi dan terhindar dari penyakit ASF yang menyerang ternak miliknya,” pungkasnya.

Baca Juga :  Muba Bebaskan Dua Desa Pelosok dari Jeratan Blank Spot, Ekonomi dan Pendidikan Warga Semakin Terdongkrak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *