Peristiwa

Tawuran Pelajar Kembali Terjadi di Pekalongan, Satu Orang Terluka

×

Tawuran Pelajar Kembali Terjadi di Pekalongan, Satu Orang Terluka

Sebarkan artikel ini
Tawuran Pelajar Kembali Terjadi di Pekalongan

Pekalongan, Jawa Tengah – Aksi tawuran pelajar kembali terjadi di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Kali ini, tawuran terjadi di Jalan Dukuh Praneman Desa Kebonrowopucang Kecamatan Karangdadap pada Jumat (3/5/2024) sekitar pukul 17.30 WIB. Akibatnya, satu orang pelajar terluka.

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat sekelompok pelajar saling menyerang dengan menggunakan senjata tajam.

Menurut Kasubsi Penmas Si Humas Polres Pekalongan, Iptu Suwarti, S.H., tawuran ini bermula saat korban berinisial HA (17), seorang pelajar SMK swasta di Pekalongan, hendak pulang setelah nongkrong bersama teman-temannya.

“Saat mau jalan, tiba-tiba temannya melarikan diri melihat adanya rombongan dengan jumlah sekitar 20 orang telah mengacungkan alat sajam ke arahnya,” kata Iptu Suwarti.

Baca Juga :  Si Jago Merah Mengamuk di Desa Pasiang, Rumah Pak Hasdi Ludes Dilalap Api!

Korban yang berboncengan dengan temannya kemudian ditendang oleh salah satu pelaku hingga terjatuh. Teman korban berhasil melarikan diri, namun HA menjadi sasaran amukan para pelaku.

“Korban yang saat itu terjatuh akhirnya terkena sabetan celurit panjang serta ayunan bambu dari pelaku hingga mengakibatkan luka,” jelas Iptu Suwarti.

Warga sekitar yang melihat kejadian ini berusaha menghalau dan mengusir para pelaku. Korban kemudian dibawa ke RSI Muhammadiyah Pekajangan untuk mendapatkan perawatan.

“Kondisi korban mengalami luka di bagian kepala dan lengan kanan,” terang Iptu Suwarti.

Hingga saat ini, kasus tawuran tersebut masih dalam penyelidikan oleh Satreskrim Polres Pekalongan.

Polres Pekalongan Mengimbau Orang Tua dan Pihak Sekolah untuk Meningkatkan Pengawasan

Kasus tawuran pelajar ini kembali menjadi sorotan dan keprihatinan. Polres Pekalongan mengimbau kepada orang tua dan pihak sekolah untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka.

Baca Juga :  Banjir Bandang Terjang Tanah Datar, 7 Orang Tewas dan Puluhan Rumah Terdampak!

“Kami mohon kepada orang tua dan pihak sekolah untuk lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya. Mari kita bersama-sama jaga kondusifitas wilayah dan ciptakan generasi muda yang terhindar dari aksi tawuran,” kata Iptu Suwarti.

Tawuran pelajar merupakan tindakan yang meresahkan masyarakat dan dapat membahayakan keselamatan jiwa. Oleh karena itu, perlu adanya kerjasama dari semua pihak untuk mencegah terjadinya tawuran kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *