Kriminal

Polisi Tangkap Jaringan Pengedar Narkoba di Desa Tumpu

×

Polisi Tangkap Jaringan Pengedar Narkoba di Desa Tumpu

Sebarkan artikel ini
Polisi Tangkap Jaringan Pengedar Narkoba di Desa Tumpu

Jaringan Pengedar Shabu di Bolo Ditangkap, Termasuk Ibu dan Anak Kandungnya!

Bolo, NTB – Enam orang warga Desa Tumpu, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, diringkus Polsek Bolo Polres Bima Polda NTB pada Sabtu malam (11/5/2024) sekitar pukul 21.00 WITA. Keenam orang tersebut, termasuk satu perempuan berinisial DM (42), diduga kuat merupakan jaringan pengedar narkoba jenis sabu yang meresahkan masyarakat di wilayah Kecamatan Bolo.

Penangkapan berawal saat personel Polsek Bolo yang dipimpin Kapolsek Iptu Nurdin melaksanakan patroli rutin. Di perbatasan Desa Tumpu dan Desa Rada, tepatnya di kios milik DM, tim patroli melihat sekelompok orang dengan gerak-gerik mencurigakan.

Tim patroli kemudian menghampiri dan melakukan pemeriksaan badan dan area sekitar. Hasilnya, ditemukan barang bukti sebanyak 7 poket narkoba jenis sabu dan sejumlah barang bukti lain yang terkait dengan narkoba.

Baca Juga :  Tragedi di Gorontalo: Pengaruh Miras Berujung Penikaman di Desa Buhu

“Benar, kami telah mengamankan lima orang, satu di antaranya perempuan, karena diduga kuat merupakan jaringan pengedar narkoba jenis sabu yang meresahkan masyarakat di wilayah Kecamatan Bolo,” ujar Kapolres Bima AKBP Eko Sutomo S.I.K., M.I.K., melalui Kapolsek Bolo Iptu Nurdin.

Lebih mengejutkan lagi, DM, sang perempuan, mengaku mengedarkan narkoba bersama anak kandungnya berinisial RK. Omzet dari penjualan narkoba mereka berkisar antara Rp 100.000 hingga Rp 2.000.000.

“Kami akan melakukan pemeriksaan intensif kepada enam orang ini,” tegas Iptu Nurdin.

Saat ini, keenam orang tersebut beserta barang bukti telah diamankan di Mapolsek Bolo untuk proses hukum lebih lanjut. Penangkapan ini diharapkan dapat memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah Kecamatan Bolo dan sekitarnya.

Baca Juga :  Waspada Kejahatan Siber: Sindikat Nigeria Tipu Perusahaan Real Estate Singapura Rp32 Miliar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *