Kesehatan

Mimisan pada Anak: Cara Mengatasi dan Pencegahannya dengan Bahan Alami

×

Mimisan pada Anak: Cara Mengatasi dan Pencegahannya dengan Bahan Alami

Sebarkan artikel ini
Mimisan
Ilustrasi Image by gpointstudio on Freepik

siarnews.com – Mimisan pada anak merupakan hal yang cukup umum terjadi dan dapat membuat orang tua panik. Meskipun umumnya tidak berbahaya, mimisan yang sering terjadi dapat menjadi tanda masalah kesehatan yang lebih serius.

Faktor Penyebab Mimisan

Mimisan, atau epistaksis, terjadi ketika pembuluh darah di dalam hidung pecah dan mengeluarkan darah. Pada anak-anak, mimisan sering terjadi karena pembuluh darah di hidung mereka lebih rapuh dan sensitif. Beberapa faktor yang dapat menyebabkan mimisan pada anak antara lain:

1. Pukulan atau benturan pada hidung
2. Mengorek hidung terlalu keras
3. Udara yang kering atau panas
4. Infeksi saluran pernapasan atas
5. Alergi atau sinusitis
6. Gangguan pembekuan darah

Baca Juga :  Kekurangan Dokter di Aceh Barat Capai 16 Orang, Layanan Kesehatan Terhambat

Untuk mengatasinya, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pertama, cobalah untuk tenang dan mengajak anak untuk duduk tegak dengan kepala sedikit condong ke depan. Ini akan membantu menghentikan aliran darah ke hidung dan mencegah darah masuk ke tenggorokan.

Selanjutnya, tekan bagian lunak hidung anak dengan jari-jari tangan atau menggunakan kain bersih selama 10-15 menit. Hal ini akan membantu menghentikan perdarahan dengan cara menekan pembuluh darah yang pecah.

Langkah Pencegahan

Jika perdarahan tidak berhenti setelah 15 menit atau mimisan terjadi secara teratur, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan fisik dan menentukan penyebab yang mendasari mimisan. Selain itu, dokter juga dapat meresepkan obat-obatan atau melakukan tindakan medis yang diperlukan.
Selain mengatasi mimisan pada anak, pencegahan juga sangat penting. Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan antara lain:

Baca Juga :  8 Strategi Ampuh untuk Bakar Kalori Lebih Banyak

1. Menghindari benturan pada hidung anak dengan memastikan lingkungan sekitar aman dan bebas dari benda-benda berbahaya.
2. Mengajarkan anak untuk tidak mengorek hidung terlalu keras atau memasukkan benda-benda kecil ke dalam hidung.
3. Menjaga kelembaban udara di dalam rumah dengan menggunakan humidifier atau meletakkan wadah air di dalam ruangan.
4. Menghindari udara yang terlalu kering atau panas dengan menggunakan AC atau mengatur suhu ruangan.
5. Memberikan makanan yang kaya akan vitamin K untuk membantu meningkatkan pembekuan darah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *