DaerahKesehatan

Mojokerto Gencarkan Program Pencegahan Stunting: Ibu Hamil Diminta Tak Malas Minum Vitamin!

×

Mojokerto Gencarkan Program Pencegahan Stunting: Ibu Hamil Diminta Tak Malas Minum Vitamin!

Sebarkan artikel ini
Mojokerto Gencarkan Program Pencegahan Stunting

Mojokerto, Jawa Timur – Percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Mojokerto terus digencarkan. Salah satu strateginya adalah melalui Program Gerakan Pola Asuh Orang Tua Cegah Stunting Anak Balita (Gelora Cinta) dan Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera (Satyangatra).

Baru-baru ini, program tersebut menyasar para ibu dan anak-anak Desa Selotapak, Kecamatan Trawas. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati, menjelaskan bahwa stunting disebabkan oleh dua faktor utama: kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.

“Stunting ini penting karena pertumbuhan otak anak terjadi sejak di dalam kandungan hingga usia lima tahun. Jika di usia 5 tahun otak sudah terbentuk sempurna, maka janin di kandungan tidak boleh kekurangan gizi karena akan berakibat pada proses pembentukan otaknya dan dapat menurunkan tingkat kecerdasannya,” jelas Ikfina.

Baca Juga :  Kloter Pertama Jemaah Haji Jawa Barat Terbang Menuju Madinah

Lebih lanjut, Ikfina menekankan pentingnya memantau tumbuh kembang anak dengan memperhatikan tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala.

“Balita yang kurang gizi atau stunting dapat dilihat dari perawakannya yang kurus dan lingkar kepalanya yang kecil,” terangnya.

Ikfina juga menyampaikan bahwa bayi yang sehat memiliki berat badan ideal, tidak harus selalu gemuk.

“Bayi yang sehat ditandai dengan berat badan di grafik hijau. Hindari obesitas pada anak. Perhatikan juga perkembangannya, apakah sesuai dengan usianya,” imbuhnya.

Untuk mencegah stunting pada bayi, Ikfina menghimbau agar pasangan usia subur (PUS) yang usianya di atas 35 tahun untuk tidak hamil karena berisiko tinggi melahirkan bayi stunting.

Baca Juga :  Bank Jatim dan Bank Banten Tandatangani NDA untuk Kolaborasi Strategis

“Produksi sel telur pada usia tersebut sudah tua dan banyak yang rusak, sehingga berisiko bagi ibu dan bayinya,” tuturnya.

Ikfina juga berpesan kepada ibu hamil untuk rutin mengonsumsi vitamin guna memenuhi kebutuhan gizi ibu dan calon bayi.

“Saya harap pertemuan ini dapat meningkatkan pengetahuan ibu-ibu. Jangan malas minum vitaminnya dan jaga putra-putri Anda agar tidak kekurangan gizi. Manfaatkan waktu maksimal hingga usia 5 tahun untuk mengoptimalkan kecerdasan anak. Pastikan ibu hamil tidak kekurangan gizi, berikan ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga usia dua tahun,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *