DaerahEkonomi

Inflasi Kota Malang Melandai di Tengah Momen Idulfitri, Sinergi TPID Jadi Kunci Malang

×

Inflasi Kota Malang Melandai di Tengah Momen Idulfitri, Sinergi TPID Jadi Kunci Malang

Sebarkan artikel ini
Inflasi Kota Malang Melandai

Inflasi Kota Malang Melandai di Tengah Momen Idulfitri, Sinergi TPID Jadi Kunci

Malang, CNBC Indonesia – Tekanan inflasi di Kota Malang menunjukkan tren positif dengan melandai pada April 2024. Angka inflasi tercatat sebesar 0,08% (mtm), lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,66% (mtm).

Pencapaian ini tak lepas dari kerja keras Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Malang yang bersinergi dalam berbagai program, seperti High Level Meeting, Warung Tekan Inflasi (WTI), dan Gerakan Pangan Murah (GPM).

“Koordinasi kuat dalam TPID dan sinergi kolaboratif menjadi kunci keberhasilan pengendalian inflasi di Kota Malang,” ujar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang, Febrina, Kamis (2/5/2024).

Baca Juga :  Meningkatkan Kualitas Hasil Panen: Sleman Gelar Bimtek Pascapanen Tanaman Pangan

Salah satu contoh sinergi tersebut adalah penyelenggaraan GPM di berbagai kelurahan di Kota Malang. GPM menyediakan paket sembako murah bagi masyarakat, dengan komoditas seperti tepung terigu, telur ayam ras, gula, beras, minyak goreng, makanan siap saji, dan daging ayam ras.

Upaya lain yang dilakukan TPID adalah monitoring harga komoditas pangan strategis, pengawasan pasokan dan harga pangan, serta pemantauan tarif komoditas administered price.

Langkah Nyata Menekan Inflasi

Febrina menjelaskan, inflasi April 2024 di Kota Malang masih berada dalam kisaran sasaran inflasi. Inflasi periode ini terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, sedangkan deflasi terjadi pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Baca Juga :  Siak Expoversary: Pameran dan Temu Bisnis untuk Meningkatkan Investasi dan Pariwisata

“Inflasi pada komoditas bawang merah dan tomat terjadi karena menipisnya pasokan akibat kendala cuaca. Sementara, kenaikan harga emas perhiasan disebabkan oleh meningkatnya ketidakpastian global,” papar Febrina.

Di sisi lain, deflasi pada komoditas telur dan daging ayam ras terjadi seiring melandainya harga pakan ternak pada momen panen raya. Penurunan harga cabai juga terjadi karena terjaganya pasokan di sentra produksi, sedangkan penurunan harga beras seiring dengan panen raya padi pada akhir Maret-awal April 2024.

Sinergi Berlanjut untuk Jaga Stabilitas Harga

Febrina menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan Bank Indonesia Malang akan terus diperkuat melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dan program 4K (Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi, serta Komunikasi efektif). Hal ini dilakukan untuk menjaga level inflasi dalam rentang sasaran 2,5 ± 1%.

Baca Juga :  Banjir Bandang Melanda Kota Padang Panjang di Sumatera Barat

Sebelumnya, Penjabat (Pj.) Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, juga menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat TPID. “Sinergi TPID akan terus dilakukan agar inflasi bisa dikendalikan dengan langkah-langkah nyata,” ujarnya.

Upaya TPID Kota Malang dalam mengendalikan inflasi patut diapresiasi. Sinergi dan langkah nyata yang dilakukan menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat, terutama di tengah momen Idulfitri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *