EkonomiNasional

ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Regional Hingga $2 Triliun

×

ASEAN Digital Economy Framework Agreement (DEFA) Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Regional Hingga $2 Triliun

Sebarkan artikel ini
DEFA Diharapkan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Regional
Image by Kemenkeu

Washington D.C. – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menekankan pentingnya kerja sama ASEAN dalam membangun pondasi perekonomian digital melalui DEFA (ASEAN Digital Economy Framework Agreement).

DEFA, perjanjian yang melahirkan kesepakatan para pemimpin ASEAN pada 2023 dan menargetkannya selesai pada akhir 2025. Harapannya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital regional hingga dua kali lipat, mencapai $2 Triliun pada akhir 2030.

“Adopsi DEFA akan menjadi tonggak perekonomian digital regional yang terbuka, aman, interoperable, kompetitif, dan inklusif,” ujar Menkeu. Dalam keynote speech pada Panel Discussion bertema ‘Unleashing the Power of Digital Transformation to Enhance Connectivity in ASEAN’ pada Kamis (18/4) waktu setempat.

Memproyeksikan DEFA dapat memicu pertumbuhan tiga kali lipat ekonomi digital ASEAN. Dari $300 Miliar menjadi hampir $1 Triliun pada akhir 2030. Penerapan DEFA yang efektif diyakini mampu meningkatkan proyeksi ini hingga dua kali lipat, mencapai sekitar $2 Triliun.

Baca Juga :  Usulan Tambahan Anggaran Kemendikbudristek 2025 Disetujui DPR RI

“Indonesia terus mendorong implementasi kerja sama perekonomian digital di kawasan. Salah satunya melalui QRIS (Quick Response Indonesian Standard) untuk pembayaran lintas batas negara atas inisiasi Bank Indonesia,” jelas Menkeu.

Penggunaan QRIS telah secara luas di Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam sejak Agustus 2023.

Namun, Menkeu mengingatkan bahwa perkembangan pesat ini bukan tanpa risiko dan tantangan. Fenomena pinjaman online (pinjol) yang destruktif dan agresif menjadi salah satu contohnya.

Kerja sama kawasan menjadi penting untuk menyelesaikan beragam permasalahan ini. Termasuk fraud, pencucian uang, hingga pendanaan terorisme.

“Saya harap diskusi seperti ini akan menjadi batu pondasi kerja sama yang semakin kokoh di kawasan ASEAN. Agar semakin sejahtera dan maju bersama,” pungkas Menkeu.

Baca Juga :  Indonesia AirAsia Mencatat Kenaikan Pendapatan Fantastis di Tahun 2023

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *