BeritaDaerah

Polisi Syariat Aceh Sidak Tempat Usaha Diduga Langgar Syariat Islam

×

Polisi Syariat Aceh Sidak Tempat Usaha Diduga Langgar Syariat Islam

Sebarkan artikel ini
Polisi Syariat Aceh Sidak Tempat Usaha Diduga Langgar Syariat Islam
Image by Infopublik.id

Banda Aceh, Aceh – Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP WH) atau polisi syariat di Kota Banda Aceh bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan pelanggaran syariat Islam di beberapa tempat usaha. Tim Satpol PP WH mendatangi satu per satu tempat usaha yang dilaporkan tersebut.

Plt Kepala Satpol PP WH Kota Banda Aceh, Muhammad Rizal, melalui Kabid Penegakan Syariat Islam (PSI), Roslina, menjelaskan bahwa pihaknya menerima beberapa aduan dari warga terkait tempat usaha yang diduga memfasilitasi pelanggaran syariat Islam. Aduan tersebut meliputi warung kopi yang masih beroperasi saat salat Jumat, tempat yang kerap ditemukan bekas botol minuman keras, dan tempat usaha yang diduga memfasilitasi khalwat atau perbuatan mesum.

Baca Juga :  Kinerja Ismail Pakaya Dipuji Irjen Kemendagri

“Aduan-aduan tersebut sudah kita inventarisir dan yang masuk dalam kategori sederhana akan langsung kita tindak lanjuti. Sedangkan untuk laporan yang memerlukan penanganan khusus, akan ditindak lanjuti secara bertahap,” jelas Roslina, Kamis (18/4/2014).

Lebih lanjut, Roslina, yang juga mantan Kasi Bina Generasi Muda dan Kader Dakwah Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, mengungkapkan bahwa beberapa hari pasca Idul Fitri, pihaknya telah mengunjungi tiga tempat usaha yang dilaporkan warga. Dua tempat usaha di antaranya diduga memfasilitasi khalwat dan ikhtilat, dan satu tempat lainnya dilaporkan masih beroperasi saat salat Jumat berlangsung.

Kedatangan tim Satpol PP WH atau Polisi Syariat ke tempat-tempat tersebut bertujuan untuk memastikan kebenaran laporan warga dan memberikan sosialisasi serta edukasi kepada pengelola usaha agar selalu berpedoman pada aturan yang berlaku dalam menjalankan usaha mereka.

Baca Juga :  Polri Siap Amankan World Water Forum di Bali: 5.791 Personel Dikerahkan, 9 Kepala Negara Hadir!

Roslina menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan memanggil pengelola tempat usaha untuk memberikan keterangan lebih lanjut jika dalam inspeksi ditemukan adanya pelanggaran seperti yang dilaporkan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *