BeritaKriminal

Tragedi di Gorontalo: Pengaruh Miras Berujung Penikaman di Desa Buhu

×

Tragedi di Gorontalo: Pengaruh Miras Berujung Penikaman di Desa Buhu

Sebarkan artikel ini
Tragedi di Gorontalo, Pengaruh Miras Berujung Penikaman di Desa Buhu

Gorontalo, Dalam suasana yang seharusnya damai, Desa Buhu, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo, telah terjadi peristiwa tragis, yakni penikaman di Gorontalo melibatkan dua pemuda, kamis (6/6/2024).

SH (22), alias Opin, tega menikam temannya sendiri, Ripan Poiyo (24), hingga terluka parah. Motif di balik tindakan brutal ini, diduga kuat adalah pengaruh minuman keras (miras) yang telah merusak akal sehat pelaku.

Kaur Penum Bid Humas Polda Gorontalo mengungkapkan kronologi kejadian memilukan ini. Kompol Henny Mudji Rahayu, SH, MH, mengungkapkannya dalam konferensi pers di gedung Bid Humas. Insiden berawal ketika pelaku bersama dua temannya sedang dalam perjalanan menuju Desa Hutadaa menggunakan sepeda motor. Di tengah perjalanan, Ripan dan beberapa temannya menghadang mereka. Kedua kelompok, yang sudah dipengaruhi alkohol, terlibat adu mulut yang memanas.

Baca Juga :  Tiga Remaja Palembang Ditangkap Polisi Jual Judi Online di Instagram

Merasa tidak terima dengan perlakuan Ripan, Opin mengajak rekannya untuk kembali ke Desa Hutadaa untuk mencari korban. Setibanya di sana, mereka menemukan Ripan sedang tidur di depan rumah keluarganya. Ripan terbangun dan mencoba melarikan diri, namun Opin yang sudah tersulit amarah mengejarnya dengan sepeda motor sambil membawa pisau besi putih.

Pengejaran singkat berakhir dengan tragedi. Opin berhasil mengejar Ripan dan menikamnya beberapa kali di bagian pinggang kanan, leher kiri, paha kanan, dan bahu kiri. Setelah melakukan tindakan keji tersebut, Opin dan rekannya melarikan diri.

Polisi Mengamankan Sejumlah Barang Bukti

Ripan yang terluka parah segera melarikannya ke UGD Puskesmas Telaga untuk mendapatkan pertolongan medis. Sementara itu, pihak kepolisian bergerak cepat mengamankan barang bukti, termasuk pisau besi putih, sarung pisau, pakaian, sandal, dan sepeda motor yang pelaku gunakan.

Baca Juga :  Kasus Pembunuhan Vina: Mantan Kabareskrim Imbau Publik Sabar, Biarkan Polda Jabar Bekerja

Kompol Henny menegaskan bahwa motif di balik penikaman ini adalah dendam pribadi pelaku terhadap korban akibat perselisihan sebelumnya. Opin dijerat dengan Pasal 2 Ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dan Pasal 351 Ayat (1) KUHPidana, dengan ancaman hukuman penjara hingga 12 tahun 8 bulan.

Peristiwa penikaman di Gorontalo ini menjadi pengingat akan bahaya laten minuman keras yang dapat memicu tindakan kekerasan dan merusak kehidupan. Mengimbaiu Masyarakat  untuk menghindari konsumsi miras dan menjaga kerukunan antarwarga demi terciptanya lingkungan yang aman dan damai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *