Bencana Alam

Mitigasi Banjir Lahar Gunung Ibu: Langkah BNPB dan Pemkab Halbar

×

Mitigasi Banjir Lahar Gunung Ibu: Langkah BNPB dan Pemkab Halbar

Sebarkan artikel ini
Gunung Ibu

Ternate, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Barat (Halbar) untuk segera melakukan kajian dan antisipasi terhadap potensi banjir lahar hujan akibat erupsi Gunung Api Ibu. Pernyataan ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Penanganan Darurat Dampak Erupsi Gunung Api Ibu di Kantor Bupati Halbar, Jailolo, Maluku Utara, Senin (3/6/2024).

Belajar dari Tragedi Gunung Marapi

Suharyanto mengingatkan akan tragedi banjir lahar dingin di Sumatera Barat yang menewaskan 62 orang dan menyebabkan 10 lainnya hilang. Bencana tersebut terjadi akibat curah hujan tinggi di wilayah puncak Gunung Api Marapi dan beberapa hulu sungai.

“Banjir lahar hujan Gunung Api Marapi menyebabkan 62 orang meninggal dan 10 hilang. Sudah hampir 15 hari sampai sekarang belum ditemukan,” ungkap Suharyanto.

Baca Juga :   Dinas BMCKTR Provinsi Sumbar Membersihkan Material Longsor di Jalur Malalak

Langkah Konkret Mitigasi

BNPB siap mendukung Pemkab Halbar dengan mengirimkan tim ahli bersama PVMBG untuk melakukan kajian risiko bencana Gunung Api Ibu. Hasil kajian ini akan menjadi dasar langkah mitigasi dan kesiapsiagaan.

Berdasarkan citra satelit dan analisis BMKG, wilayah Maluku Utara berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat akibat pengaruh gelombang Ekuatorial Rossby. PVMBG juga telah menyusun laporan kawasan rawan bencana erupsi Gunung Api Ibu, termasuk jalur aliran lahar dari 13 titik hulu yang mengarah ke beberapa permukiman warga.

“Kalau memang betul ada penumpukan material sisa erupsi ini bisa segera diturunkan (dibersihkan) karena itu berbahaya. Jika terjadi hujan yang luar biasa maka bisa terjadi banjir bandang. Itu yang terjadi di Marapi. Itu yang merusak dan menyebabkan banyak korban jiwa,” ujar Suharyanto.

Baca Juga :   Banjir Bandang Terjang Agam Sumbar, 15 Orang Meninggal Dunia

Apresiasi dan Kewaspadaan

Suharyanto mengapresiasi langkah cepat Pemkab Halbar dalam melakukan evakuasi warga untuk menghindari dampak langsung erupsi Gunung Api Ibu. Namun, ia mengingatkan agar semua pihak tidak lengah.

“Alhamdulilllah setelah ada info dari PVMBG kita segera ambil langkah cepat. Jika sedikit saja kita terlambat maka mungkin akan ada korban,” tuturnya.

Meskipun Gunung Api Ibu belum pernah mengalami letusan dahsyat, kewaspadaan tetap diperlukan. Keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi.

“Gunung Ibu ini secara catatan sejarah tidak pernah ada letusan. Hanya pasir dan asap. Empat hari yang lalu ada kenaikan sampai tadi pagi ada kenaikan. Namun grafiknya tidak sebesar yang pertama dulu,” jelas Suharyanto.

Baca Juga :   Tanah Datar Dilanda Banjir Bandang dan Longsor, Bupati Eka Putra Langsung Turun Tangan

“Kita jangan over estimate. Keselamatan masyarakat hukum yang tertinggi. Ini yang harus kita pikirkan. Karena Gunung Api Ibu ini perangkat teknologinya ini sudah baik, namun kembali lagi ini alam. Sifatnya bencana ini di seluruh dunia juga belum bisa memprediksi secara tepat atau pasti,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *