Kriminal

Polres Bintan Ungkap Kasus Pemalsuan Surat Tanah, 3 Tersangka Ditetapkan

0
×

Polres Bintan Ungkap Kasus Pemalsuan Surat Tanah, 3 Tersangka Ditetapkan

Sebarkan artikel ini
Polres Bintan Ungkap Kasus Pemalsuan Surat Tanah

Bintan, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bintan berhasil mengungkap kasus dugaan pemalsuan surat tanah yang dilaporkan oleh Constantyn Baraiil, Direktur PT. Bintan Properti Indo. Dalam kasus ini, tiga tersangka berinisial HN, MR dan BN telah ditetapkan.

Kasus ini berawal dari laporan Constantyn Baraiil pada 18 Januari 2022 terkait dugaan pemalsuan surat tanah di KM. 23 RT 001 RW 001 Kelurahan Sungai Lekop Kecamatan Bintan Timur. Penyelidikan intensif dilakukan oleh Satreskrim Polres Bintan bersama dengan Badan Pertanahan (BPN) Kabupaten Bintan.

Hasil penyelidikan menunjukkan bahwa para tersangka telah menerbitkan surat tanah di atas lahan milik Constantyn Baraiil tanpa sepengetahuannya. Total keseluruhan surat bidang tanah yang dipalsukan mencapai ± 26.354 M². Akibatnya, Constantyn Baraiil mengalami kerugian lebih kurang sebesar Rp. 2.000.000.000,00.

Baca Juga :   Terduga Pencuri HP di Tuban Ditangkap, Terlilit Hutang Usai Istri Melahirkan Caesar

Pada awalnya, pihak pelapor dan terlapor berusaha menyelesaikan masalah ini secara restoratif justice. Namun, karena tidak ada itikad baik dari para tersangka, Constantyn Baraiil kembali melaporkan kasus ini ke Polres Bintan pada 6 Maret 2024.

Setelah menerima laporan tersebut, Satreskrim Polres Bintan langsung melakukan gelar perkara dan memulai proses penyidikan. Saat ini, ketiga tersangka telah dijatuhi hukuman Pidana Penjara Paling Lama Delapan Tahun sesuai dengan Pasal 55 Ayat 1 Ke-1 K.U.H.Pidana dan Pasal 264 Ayat (1) Ke-1E K.U.H.Pidana.

Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo, S.I.K., M.M., menegaskan bahwa proses penyidikan masih terus berlangsung untuk menegakkan keadilan dan memberikan kepastian hukum bagi korban. “Kami akan terus mengupdate perkembangan kasus ini seiring dengan berjalannya proses hukum,” ujarnya.

Baca Juga :   Polsek Rangsang Amankan Pelaku Pencabulan Enam Anak Dibawah Umur

Kabidhumas Polda Kepri Kombes. Pol. Zahwani Pandra Arsyad, S.H., M.Si., menambahkan bahwa kasus ini merupakan contoh komitmen Polda Kepri dan jajarannya dalam menegakkan hukum. “Penegakan hukum tidak hanya berpusat pada aspek teknis dan operasional semata, tetapi juga pada prinsip-prinsip yang mendasari keberadaan hukum itu sendiri, untuk mencapai keadilan dan kepastian yang diinginkan oleh Masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kabidhumas Polda Kepri juga menghimbau kepada masyarakat yang ingin mengadukan atau melihat peta kerawanan serta memerlukan bantuan kepolisian dapat menghubungi Call Center polisi 110 atau unduh aplikasi Polri Super Apps di Googleplay/APP Store.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *